KOMUNITAS BAKU PEDULI:
Jejaring individu dan organisasi yang menjadi penyandang dana beasiswa publik ini baik.. Setiap anggota Komunitas akan mendapat laporan rutin mengenai perkembangan para peserta beawiswa dan pengelolaan dana. Selain itu pihak pengelola beasiswa akan memfasilitasi interaksi yang intens antara sesama anggota komunitas dan antara anggota komunitas dengan peserta beasiswa.
DEWAN PELINDUNG BEASISWA BAKU PEDULI:
Pengemban tanggung jawab untuk melindungi, mengawasi, dan sekaligus membina Program Beasiswa ini agar berkembang, mendapat dukungan publik, dan beroperasi secara transparan dan akuntabel. Dewan Pelindung untuk tahap awal ini adalah P. Saverinus Adir OFM (Komunitas Peduli Laktutus), P. Wiryono, SJ (Rektor USD), P. Budi Subanar SJ, Bapak Domi Severinus (USD), Ibu Lusia Salu, Bapak Florentino Sarmento, Romo Leo Mali (Tokoh Masyarakat Indonesia Timur). Seiring dengan pertumbuhan program ini, kita berharap lebih banyak tokoh Indonesia Timur bersedia menjadi anggota Dewan ini.
HOST-UNIVERSITY:
Universitas mitra tempat peserta program ini menempuh studi.
Mulai tahun 2009, Universitas Sanata Dharma menjadi host university untuk 10 mahasiswa asal Belu, NTT. Universitas Sanata Dharma, sebagai bagian dari kepedulian untuk Indonesia Timur, berkenan memberikan beasiswa keringanan biaya sebesar 50% dan memberikan pendampingan khusus bagi Peserta Program Baku Peduli ini.
SUNSPIRIT FOR JUSTICE AND PEACE:
LSM yang berkarya di NTT (2009: di Kecamatan Nanaet Debusi, Kabupaten Belu) dan memobilisir dukungan publik dan mendampingi peserta beasiswa selama persiapan, pelaksanan dan pasca beasiswa. SUNSPIRIT tidak mengelola dana, lebih berkonsetrasi pada mobilisasi dan sistem pertanggungjawaban. Kunjungi http://forjusticeandpeace.wordpress.com.
KOMUNITAS ASAL:
orang tua dan komunitas asal para penerima beasiswa. Untuk program angkatan pertama (dari Belu, 2009-2013), kontribusi orang tua dan komunitas adalah biaya keberangkatan dan biaya hidup sebesar Rp.50.000 per bulan sesuai dengan kondisi dan kemampuan. Selain itu para Mama akan membuat tenun ikat yang akan dipasarkan untuk mendukung program ini.